• Vendelbo Honeycutt posted an update 4 years, 7 months ago

    SariAgri – Perbatasan Waduk Setu Pembatas di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, acapkali diperlukan masyarakat untuk berkebun. Mereka melakukan area itu karena tanahnya subur serta punya cadangan air yang berlimpah.

    Beberapa petani yang mengerjakan area di perbatasan waduk Setu Pacak rerata menanam padi. Tapi, berlainan dari yang lain, salah satunya petani bermama Caslim (70) malahan memutuskan menanam bawang merah. Cowok berasal dari Dusun Sinarancang ini semula memang menanam padi. Namun, lantaran halangan yang dijumpai buat menanam padi lumayan banyak, seperti kepentingan pupuk, dan nilai jualnya yang tak konstan, dia lalu memutus berpindah menanam bawang merah.

    “Dahulu sempat kerjakan padi juga. Ada dua tempat. Pertama kali yang ada pada Kampung Mundu. Ke-2 ya di sini. Bila di sini saya punyai satu petak tempat. Luasnya barangkali ada 100 bata,” kata Caslim ke Sariagri, Kamis (22/7).

    Menurut dia, keuntungan hasil dari panen bawang merah lumayan besar daripada saat dia menanam padi. Kalau modal yang dikeluarkan untuk beli bibit sampai proses perawatannya senilai Rp3 juta, karenanya labanya bersihakan sekitaran Rp5 juta hingga sampai Rp8 juta.

    Bawang Merah

    “Jika panen kebanyakan saya bisa Rp10 juta. Itungannya, Rp5 juta itu telah bersih. Bekasnya saya gunakan buat operasional kembali. Seperti membeli bibit, pupuk, dan yang lain,” tuturnya. Ia menambah, dalam sekian tahun terakhir harga bawang merah di Cirebon cukup konstan. Perihal ini tidak sebanding dengan padi. Tiap-tiap panen, harga gabah kering panen (GKP) atau gabah kering giling (GKG) tak konstan.

    Dia menilainya, perihal ini akan punya pengaruh kepada kehidupan petani. Lantaran, buat keuntungan tidak sama dengan cost yang dikeluarkan selama saat tanam. “Harga gabah ini gak konstan. Kalaupun bawang ini cukup konstan. Dalam 55 atau 70 hari sejak mulai tanam. Saya dapat panen seputar 3 kuintal,” katanya.

    Walaupun dipandang lebih janjikan, Caslim gak menolak apabila dalam menanam bawang merah dianya sendiri pun merasakan beberapa masalah.

    Buat sekarang ini, dia masih dipusingkan dengan permasalahan pupuk bantuan. Dia telah mendapati kartu tani mulai sejak tahun kemarin. Akan tetapi ketika akan digunakan melunasi pupuk bantuan, kartu itu malah tidak aktif. Menurut dia, permasalahan ini mesti lekas dicarikan jalan keluar. Hingga aktivitas pertanian yang dilaksanakan tak terusik.

    “Kalaupun permasalahan pupuk seluruhnya. Untungnya buat bawang ini penggunaannya tidak demikian banyak seperti padi,” ujarnya.