-
Vendelbo Honeycutt posted an update 4 years, 7 months ago
Sariagri – Bawang merah ditemui mempunyai kandungan allicin yang dapat dipakai selaku antibakteri banyak difungsikan penduduk untuk menurunkan batuk atau gatal di kerongkongan. Akan tetapi kesempatan ini bawang merah yang diekstraksi serta setelah itu di campur dengan madu dan dikasih perisa lemon atau pepermin.
Berikut ini Pengembangan dijalankan beberapa mahasiswa Fakultas Farmasi Kampus Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa tengah. Mereka sukses membuat permen pengurang batuk yang disebut Anticorona.
Ketua Klub Mahasiswa Farmasi UMP Risti Ainun Nisa mengucapkan pembaruan berbentuk permen Anticorona itu udah disertakan dalam gelaran Program Kreasi Mahasiswa (PKM) yang digelar Kementerian Pengajaran Kebudayaan Analisa dan Tehnologi.
Anggota club Farmasi UMP yang ikuti arena PKM terbagi atas Ryan Wody Prawidasary, Aldy Tri Renaldy, Angelia Yuliana Safitri, serta Uzma Eliyanti.
bawang merah berkembang biak dengan
“Berkaitan dengan hal tersebut, faksinya coba berexperimen dengan membuat permen dengan bahan baku penting bawang merah dan madu yang setelah itu dinamakan Anticorona, ” papar Ryan Wody Prawidasary.
Sementara menurut Dosen Pengajar Club Mahasiswa Farmasi UMP, Indri Hapsari menjelaskan permen Anticorona itu dibikin dari bawang merah yang diekstraksi dan setelah itu di gabung dengan madu dan dikasih perisa lemon atau pepermin.
Permen Anticorona ini sebetulnya ringkasan dari Anti Cough from Onion, yaitu penurun batuk atau pelega kerongkongan yang dibuat dari bawang merah.
“Kita kasih nama Anticorona, bukan bermakna obat buat mengobati corona, namun dapat memperbanyak imun ditengah-tengah epidemi,” terangnya.
Diketahui bawang merah memiliki kandungan allicin yang dapat dipakai jadi antibakteri, maka banyak dipakai orang untuk menurunkan batuk atau gatal pada kerongkongan.
Penggunaan bawang merah sebagai penurun batuk itu masih lewat cara murni, semisalnya ditumbuk buat diambil airnya. “Sementara madu bagus pula untuk kesehatan . Maka, kami gabungkan di antara konsentrat bawang merah dan madu tak ada pengawet,” tangkisnya.
Permen hasil pengembangan Klub Mahasiswa Farmasi UMP sudah berhasil lolos dalam gelaran Program Kreasi Mahasiswa (PKM), hingga pekerjaannya didanai Direktorat Jenderal Pengajaran Tinggi Kemendikbudristek.
PKM yang dibentuk Klub Mahasiswa Farmasi UMP sebagai salah satunya wujud kepengusahaan dengan membuat produk buat dijual.
Biarpun belum dibuat secara massal, ia mengaku banyak warga, mahasiswa, ataupun alumni UMP yang membeli permen ‘Anticorona’ itu.
“Umumnya mereka alumni Fakultas Farmasi UMP yang profesinya selaku apoteker pula banyak yang membeli permen “Anticorona” untuk dipasarkan di apoteknya,” kata Indri, sambil menambah nilai jual, permen itu pada harga Rp9.000 per buntel isi lima biji,” ujar ia.
Gearhead Market
Just another WordPress site