-
Vendelbo Roed posted an update 4 years, 7 months ago
Sariagri – Bawang merah jadi salah satunya bahan inti bumbu beberapa masakan nusantara. Dimulai dengan rumah tangga, pedagang sayur, sampai pelaksana upaya kulineran butuh bawang merah sehari-harinya.
Keinginan yang tinggi itu rupanya jadi kesempatan usaha untuk Aditya Nugroho (22), seorang pemuda asal Grobogan, Jawa tengah. Mahasiswa tingkat akhir jalur Ekonomi dan Sumberdaya Lingkungan, IPB University ini udah oke memainkan karier jadi petani bawang merah.
manfaat bawang merah
Telah 1 tahun lebih Adit, panggilan akrabnya, geluti tugas selaku petani bawang merah. Lebih persisnya sewaktu epidemi COVID-19 mulai berlangsung serta perkuliahan dijalankan secara dalam jaringan, Adit pulang ke desa halaman serta memulai menanam bawang merah.
“Karena saya tonton kemungkinan , bawang merah mempunyai nilai ekonomi tinggi serta jadi keperluan yang sangat banyak dipakai. Selain itu, karena saya saksikan rata-rata petani di sini ialah orangtua, itu pula jadi kesempatan untuk saya jadi petani muda serta menurut saya pertanian itu usaha yang tidak ada selesainya,” kata Adit terhadap Sariagri, Jumat (13/8).
Adit mengutarakan, semula ia menanam bawang di tempat selebar 8000 mtr. persegi serta sekarang tempat garapannya udah menggapai 2 hektar.
bawang merah berkembang biak dengan
“Mulanya saya urus 8000 mtr., sekarang Alhamdulillah telah 2 hektar,” jelasnya.
Ia ceritakan, buat menanam bawang merah di area selebar 2 hektar butuh modal sekitaran Rp 130 juta, serta dalam saat 2 bulan ia dapat memperoleh laba sekitar Rp200 – Rp300 juta bergantung harga yang berlangsung di waktu panen.
“Di area 2 hektar saya gunakan bibit bawang merah sekitar 2,5 ton. Disana kelak hasilnya dapat sampai 20 ton bawang merah. Harga bawang merah terpaling rendah pada tingkat petani umumnya kira-kira Rp 10 ribu dan dapat sampai RP 25 beberapa ribu jika bener-bener kembali mahal,” tuturnya.
Adit katakan, varietas bawang merah yang ditanamnya sebagai varietas lokal Brebes yang menurut dia miliki keunggulan dalam kualitas serta rasa. Ia juga menjelaskan rahasia untuk mengirit cost kepentingan bibit yakni dengan membikin bibit sendiri.
“Saya pun bibitin sendiri, karenanya bibit sendiri dapat pencet cost untuk keperluan bibit sampai lebih dari 50 prosen,” tukasnya.
Seterusnya, Dia ceritakan, hal paling berat dalam budidaya bawang merah adalah pengontrolan hama dan penyakit. Menurutnya, perawatan tanaman kepada gempuran penyakit di tanaman bawang merah supaya lebih intensif dibanding tanaman yang lain, terlebih waktu musim penghujan datang.
“Kalaupun musim penghujan kan banyak gempuran jamur, nach mesti rajin nyemprot dan kontrol kelembapan tempat,” katanya.
Adit mengharap, di hari depan bakal makin bertambah angkatan muda yang pengin terjun langsung jadi seseorang petani. Ia berkemauan selesai lulus terus akan menyambung kedudukannya jadi petani serta meluaskan tempat garapannya. Diluar itu, ia lantas merencanakan pengin memperbanyak model usahanya pada pemrosesan bawang merah, terutamanya kepada bawang merah yang mempunyai ukuran kecil yang sampai kini digolongkan selaku barang reject.
“Bila kita dapat urus pula yang kecil dan sejumlah sisa itu dapat menjadi bawang goreng kan jadi tidak ada yang kebuang dan dapat memperbanyak keuntungan. Saya ingin anak muda makin banyak yang pengen menjadi petani, sebab di pertanian itu sangatlah memberi keuntungan kalaupun terkelola secara benar,” tuturnya.
Gearhead Market
Just another WordPress site